Dari sebuah studi yang diadakan oleh Karolinska Institute di Stokholm, Swedia, mengungkapkan dengan minum 2 cangkir kopi setiap hari minimal 1 cangkir = 100 ml dapat meringankan dan mencegah dari penyakit stroke. Untuk membenarkan pernyataan tersebut kemudian dilakukan beberapa penelitian yang dilakukan dari tahun 1960-2011, yang menunjukkan hasil bahwa mereka yang mengkonsumsi 2 cangkir kopi dapat menurunkan sedikit resiko terhadap penyumbatan pembuluh darah pada sel otak hingga 14 %. Sedangkan mereka yang mengkonsumsi 7 cangkir kopi setiap harinya dapat mengurangi resiko penyakit stroke hingga 17 %.
Namun para peneliti bidang kesehatan terhadap kopi ini menghimbau bahwa dengan mengkonsumsi yang berlebihan dapat beresiko rentan terhadap sistem kekebalan tubuh yang tidak dapat melindungi tubuh dari bahaya penyakit stroke. Para peneliti menyebutkan bahwa mereka yang tercandu kopi dan mengkonsumsi kopi lebih dari 6 cangkir setiap harinya hanya mampu mengurangi resiko stroke hingga 7 % saja.


Kopi luwak yang berasal dari biji kopi yang sudah matang yang kemudian dicerna di dalam pencernaan hewan luwak, namun di dalam pencernaan biji kopi tetap utuh tidak dicerna seluruhnya menjadi hancur, tetapi mengalami proses fermentasi dan pencampuran dengan makanan lainnya yang dimakan hewan luwak. Kemudian dikeluarkan kembali dalam bentuk feses yang masih dalam bentuk biji kopi. Kemudian biji kopi yang sudah dikeluarkan hewan luwak ini kemudian diproses kembali sedemikian rupa tanpa meninggalkan aroma, rasa dan ciri khas dari biji kopi. Biji kopi yang telah diproses melaui pencernaan hewan luwak ini ternyata memiliki aroma, wangi yang sangat harum, dengan rasa agak sedikit pahit, getir, asam yang tak dimiliki oleh kopi jenis lainnya. Menjadikan kopi luwak menjadi kopi yang istimewa.
Hewan luwak atau musang ini merupakan hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan biji-bijian, namun luwak tak sembarangan dalam memakan buah atau biji, hewan luwak hanya memakan buah atau biji buah yang sudah matang seperti kopi, buah atau biji kopi merupakan salah satu makanan favorit dari hewan luwak. Namun sayangnya hewan luawak kini semakin langka karena dulu banyak diburu oleh petani perkebunan yang mengganggap hewan luwak sebagai hewan hama perusak tanaman, karena banyak masyarakat dahulu kala tidak mengetahui bahwa hewan luwak dapat memberi keuntungan bagi petani perkebunan kopi. Kini populasi hewan luwak semakin berkurang, dan jumlah produksi kopi luwak pun semakin sedikit diperkirakan hanya 200-300 kg per tahun.